Sabtu, 19 Oktober 2013

industri karet dan perkembanganya di indonesia

Pada dasarnya karet berasal dari getah pohon karet (atau disebut dengan latex) maupun buatan dari manusia (sintetix). Saat pohon karet dilukai maka getah karet yang keluar akan jadi lebih banyak. Sumber utama getah karet adalah pohon kara hevea Brazilliensin (Euphorbiaceae). saat ini asia tenggara menghasilkan 95% karet alami, yang terbesar adalah dari thailand,indonesia dan malaysia. Karet sendiri telah digunakan sejak lama untuk berbagai keperluan antara lain: bola karet, penghapus pensil, baju tahan air,dll.
Industri karet sendiri dimulai ketika charles goodyear menemukan suatu proses dimana karet tidak terpengaruh oleh perubahan suhu,proses ini mengunakan belerrang dan panas. Pada tahun 1843 Proses ini dsiipatenkan menjadi proses vulkanisasi yang dikenal hingga sekarang.
 Pada masa kependudukan jepang di asia tenggara dalam perang dunia kedua,persediaan karet alam di negara sekutu menjadi  menipis dan diperkirakan menipis dalam beberapa bulan. Pemerintah amerika mendorong penelitian dan produksi untuk menghasilkan karet sinsetis untuk memenui kebutuhan yang mendesak. Usaha besar ini membuahkan hasil dalam waktu singkat dan berkembang  sesudah berakhirnya perang kedua.  1/3 karet yang dikonsumsi dunia adalah karet sintetis karet sintetis cukup mendominasi industri karet,tetapi pemakaian karet alami masih sangat penting  saat ini antara lain untuk industri militer dan otomotif.  Hal Ini dibukatikan oleh survei tahun 1983 yang menyebutkan hampir 4juta ton karet alam dikonsumsi dunia tetapi karet sintetik yang digunakan sudah melebihi dari 8 juta ton

Bagaimanapun,keunggulan yang dimiliki karet alami karet alami sulit ditandingi oleh karet sintetis, adapun kelebihan yang dimiliki karet alami adalah:
  1. 1)      Memiliki daya elastis atau daya lenting yang kuat
  2. 2)      Memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahanya mudah
  3. 3)      Mempuyai daya aus yang tinggi
  4. 4)      Tidak mudah panas (low heat built up)
  5. 5)      Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakan
  6. 6)      Dapat dibentuk dengan panas yang rendah
  7. 7)      Memiliki daya lengket yang tinggi terhadap berbagai bahan

Di indonesia Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting,baik sebagai sumber pendapatan,kesempatan kerja dan devisa,pendorong pertumbuhan ekonomi dengan areal terluas dan produksi terbesar kedua di dunia  dengan luasan sekitar 3,4 juta hektar sehingga kedepan mempunyai peluang yang cukup besar didunia.yang akan meningkatkan pertubuhan  perekonomian indonesia kearah lebih baik pula. Akan tetapi saat ini indonesia masih menghadapi beberapa kendala,yaitu rendahnya produktifitas terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional. Rendahnya produktifitas kebun karet rakyat adalah banyaknya areal tua,rusak dan tidak produktif.penggunaan bibit non unggulan serta kondisi kebun yang menyerupai hutan.
kondisi agribisnis karet diindonesia dikelola oleh rakyat,perkebunan pemerintah dan perkebunan swasta.pertumbuhan karet rakyat mengalami kenaikan 1,58% sedangkan perkebunan pemrintah dna swasta mengalami penurunan  0,15% oleh karena iTu tumpuan pengembangan karet akan lebih banyak pada perkebunan rakyat.namun luas kebun rakyat yang yua,rusak dan tidak produktif mencapai 400ribu hektar yang memerlukan peremajaan.persoalanya kembali belum ada sumber dana untuk peremajaan.
oleh karena itu perlu adanya percepatan peremajaan karet rakyat,penerapan berbagai inovasi dan teknologi unggul untuk meningkatakan produktifitas dan efisiensi usaha perkebunan ,mutu hasil olahan,dan pengembangan produk jadi karet.sehingga akan tercapai indonesia sebagai produsen karet terbesar diindonesia

sumber:
  1. 1.       http://industrikaret.wordpress.com/
  2. 2.       http://balittri.litbang.deptan.go.id/index.php/component/content/article/49-infotekno/182-keunggulan-karet-alam-dibanding-karet-sintetis
  3. 3.       http://agroindustri.blogdetik.com/category/karet/
  4. 4.       http://apindo.or.id/index.php/berita-a-artikel/news/880-wamendag-indonesia-bisa-jadi-pemimpin-industri-kare
  5. 5.       http://agro.kemenperin.go.id/1770-Perkembangan-Industri-Karet-Masih-Besar-Meski-Harga-Karet-Sedang-Menurun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar